Thursday, July 18, 2019

S.E.



I’m blessed, I’m grateful. Tidak terasa empat tahun telah berlalu, Mega yang dulu bahkan tidak ada angan-angan untuk menjadi sarjana, akhirnya mampu menyematkan sebuah gelar S.E di belakang nama panjangnya. Kemarin, 28 Juni 2019, sekali seumur hidup, saya diwisuda. Mengenakan jubah bertoga, saya membawa salah satu mimpi bapak dan ibuk, agar anak-anaknnya menjadi orang terpelajar.
***** 
Me and Bapak Dekan FE
Yak, masa empat tahun saya belajar di kampus tercinta telah usai. Empat tahun lalu, Tujuan awal saya datang ke Semarang adalah mencari ilmu dan gelar, tentunya. Ternyata tidak hanya gelar dan ilmu yang saya dapatkan, ada bonus-bonus lain yang bahkan mungkin nilainya lebih mahal dari sebuah gelar, perubahan kedewasaan dan pola pikir, teman rasa saudara, dan masih banyak lagi. Berbekal gambaran kuliah dari sinetron, saya memberanikan diri masuk ke fase baru kehidupan *eciyee. Saya dengan nir kemampuan untuk beradaptasi dan bersosialisasi berupaya mencari kolega dan teman dengan bahasa dan daerah asal yang bahkan saya tidak tahu persisnya dimana, hehe. Semester pertama terasa sangat berat, bukan karena jauh dari keluarga wong sejak SMK saya sudah ngekos, berat karena saya cukup kesulitan mengakrabkan diri dengan teman sekelas yang kapasitas otaknya bukan main, dan apesnya tidak ada teman sekolah yang satu kampus dengan saya. Ditambah lagi dengan sistem pembelajaran yang lebih mengutamakan critical thinking, waduh, kemampuan menghafal yang membawa saya menjadi juara kelas tidak digunakan disini, *heavy breath.
Semester kedua, saya mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan, teman, dan sistem pembelajaran di perkuliahan. Saya mulai punya teman akrab dan membiasakan diri untuk berbicara dan bertanya di depan kelas, uhuy. Kesempatan ini saya gunakan untuk masuk ke organisasi, yang kata artikel-artikel, langkah meraih sukses di dunia perkuliahan salah satunya ya harus masuk organisasi. Ternyata asik juga menghandle acara dengan berbagai peristiwa tak terduganya. Singkat kata dua tahun sudah berlalu, jiwa insecure saya mulai muncul, teman-teman saya mulai banyak yang ikut kejuaraan, internasional konferensi, volunteer, dll sedangkan saya masih stuck dan merasa belum punya achievement. Akhirnya, dengan kemampuan saya yang alakadarnya namun disertai doa yang begitu kencengnya saya berhasil menjadi anggota asisten praktikum, dan mencoba ikut kompetisi ke berbagai Universitas, yaa walaupun belum berhasil juara, setidaknya saya bisa jalan-jalan gratis dan bisa memetakan diri, dimana sih posisi saya jika dibandingkan mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain.
Kegiatan saya tidak jauh beda dengan anak kuliahan kebanyakan, ikut kelas, nugas, kepanitiaan, lanjut magang, KKN, study tour, kasarannya sih nggak ada special-spesialnya. Bahkan mungkin tidak se special orang-orang karena selama empat tahun saya memutuskan untuk tidak pacaran, monggo kalau pada bilang saya tidak laku, hehe. Oke, tiba-tiba sudah semester delapan saja, saatnya saya mulai mengerjakan skripsi, karena kalau tidak mengerjakan skripsi, saya nggak ada kerjaan lain kan ya.
Syukur, satu kata yang merpresentasikan skripsi saya. Nggak tahu lagi harus bagaimana saya bersukur, karena selama mengerjakan si skripsi ini saya diberikan buanyak sekali kemudahan. Dosbing saya sangat supportive, teman-teman dekat saya adalah anak rajin dan pintar yang tidak segan saya serbu pertanyaan, dan tema penelitian terbilang cukup sederhana. Skripsi saya memang cukup sederhana, tidak serigid dan serumit beberapa teman yang lain. Bukan saya tidak mau berjuang atau tidak mau pusing, saya cuma menerapkan petuah ‘skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai’ ehe. Mau tahu bagaimana sederhananya skripsi saya? Oke saya kasih spoiler judulnya, “Pengaruh Tunneling Incentive dan Bonus Mechanism terhadap Keputusan Transfer Pricing dengan Tax Minimization sebagai Variabel Moderating”, iya, judulnya agak ada inggris-inggrisnya dan kelihatan waw, tapi sebenarnya sederhana loh. Sesederhana-sederhananya skripsi, tentu bukan tanpa kendala, mulai dari kepala pusing tidak tahu kapan sembuhnya, data penelitian yang susah normal, kena penyakit yang sulit diobati, revisi yang tidak ada sudahnya, hipotesis yang tidak diterima, sampai drama-drama absurd yang menguras emosi dan air mata, hehe.
*****
Selama 3 tahun, 7 bulan, 14 hari ini, banyak haha dan hiks-hiks yang saya alami, semua itu akan menjadi bagian dari cerita hidup saya. Saya akan selalu ingat riuh ramai teman-teman menunggu dosen, bisik-bisik pelan kami ketika ujian, kantuk dan keringat kami begadang merampungkan bertumpuk tugas. Saya tidak akan pernah lupa suasana lapar di kelas, aroma kopi di perpustakaan, dinginnya accounting corner, mengerikannya lorong ruang dosen, serta tegangnya ruang sidang.
Belajar memang berat, tapi pasti akan lebih berat dan menyesal jika saya tidak belajar.  Kadang ada penyesalan “kenapa selama empat tahun ini saya kurang memanfaatkan waktu untuk mengembangkan diri? Harusnya ini, harusnya itu”, benar, penyesalan memang sewajarnya muncul di akhir . Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dengan saya, maka beribu syukur karena saya bisa merampungkan kuliah bahkan dengan bantuan biaya pemerintah.
*****
Gelar sudah di tangan, untuk selanjutnya? Tentu saya akan masuk ke fase hidup yang lebih berat dan menantang. Menjadi sarjana memang bukan penentu kesuksesan seseorang, tapi yang saya tahu, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, ya di manapun, salah satunya di bangku kuliah.

Wednesday, May 15, 2019

Me, Talk about You


           This post will be he most awkward and weirdest among the other posts I've written on this blog, dear myself, I'm sorry for being 'menye-menye'. For no any reason I want to write words for someone I should forget, a little bit crazy, tho?
            *****
Hey you, how’s life? I haven’t seen you in a while. In your social media, you look great with your busier life. Just a little bit sad to know that you become a new better person, I don’t see your silliness and childishness anymore, actually your eccentric personality made me amazed, but yeah everyone has changed, right? Maybe I don't really know how you are now because I only know your life on your Instagram, but it doesn’t mind.
I have tried to deal with myself and realize that you have forgotten me, maybe I’m not good enough for you, not good-looking enough for you, or don't understand you enough. Just wanna say I’m sorry cause I love myself just the way I am and I don’t wanna change a thing of me just to make you see me. It's not a difficult thing for you to find a new one, so I wish you will get who you want. Sometimes I wish I could wake up with amnesia of the memories about you, but sometimes not, because everything that happened has given me many lessons, about how to be loved and how to love. I’ve learned that everyone has the right to stay or leave, but no one has the right to hurt others.
Now you're like a stranger for me, even though sometimes I kinda wish you'd call me again, hahaha, am I sane? Surely, time will fix us, heart will direct us. Everything we go through will not be in vain, it makes us mature. Sometimes it's okay to look back, but I can't get stuck with the past, one day I will find my own future and yours too, hopefully.
*****
Adolescence is truly unpredictable. if remembered, everything was overreacted and we did something ‘lebay-ly’ including what it called love story.

Sunday, April 28, 2019

A Short Letter to Myself


Dear Mega,
Congratulations on being 21st
Mega, you’ve been life for about 21 years in this amazing world.
In this age, you learned that you are so much lucky than you’d ever realize. It’s really good to see that you’ve tried your best and done your problem greatly. Everything you've been through so far has shaped you to be human, who doesn't always struggle with ambition, who can position herself, and always try to be more patient. I know that you still in learning about who you are, what you want to be, and how you will life, so keep going.

Life, as you know isn’t always easy, but you have to believe that with your courage, your dreams will be achieved. This year, you’ve finished your study that you clearly know that it ain’t the end, it’s a gate to your new journey. There are so many challenges and difficulties waiting for you in future. Prepare your heart, be more mature and wiser. If you start feeling doubtful, worried, and inferior, try to see the light that shines within. I’m here to support you.

Insecurity and anxiety still a problem that holds you back. Don’t judge yourself, you don’t have to change a thing, you are beautiful than you ever know, you are going to be okay, no better life that the life you’re living. Forthcoming, love yourself more, trust yourself more, and stop being so hard on yourself. One year later, come back here to write a letter for yourself again, with a better you.


I love you to the moon and back
Yourself,

S.E.

I’m blessed, I’m grateful. Tidak terasa empat tahun telah berlalu, Mega yang dulu bahkan tidak ada angan-angan untuk menjadi sarjana, ...